Monthly Archives: November 2011

Keluhan Peruntut Halaman-Halaman Ilmu

tak usah heran bila di sajak ini kau temukan kebosanan yang pekat

tak usah heran bila di sajak ini kau temukan kejenuhan yang tak tertahankan

aku tahu. memang kejenuhan ini yang sedang ku keluhkan

jenuh yang menjadi sebab kematian hormon hormon serotonin otakku

memang kebosanan ini yang melekat erat di setiap halaman tipis yang ada

membawa sinyal penolakan yang kuat setiap aku coba tenggelamkan diri dalam lautan kata

yang kadang orang panggil dengan nama ilmu

memang tak kutemukan bara semangat yang melonjak-lonjak

di hempasan paragraf demi paragraf yang datang tanpa jeda

berdiskusi satu sama lain dalam bahasa asing

mengenai senyawa senyawa ion kompleks atau apalah namanya

tak usahlah kau tanya aku

bahkan ku yakin para jenius kelasku pun sedang terkantuk-kantuk

meruntut kata demi kata di lembar-lembar putih yang identik dengan yang ada di hadapanku

atau mungkin merekapun sudah terlelap dengan buku tebal ini dalam genggaman

ah sudahlah

menuliskan kejenuhan ini tidak mengurangi rasa kantukku

mataku sudah terasa berat

mungkin memang sebaiknya aku tidur saja

And She Is Thinking About His Thoughts…

So she sits there, in silence, unmoving. But her mind is not in silence at all. Her heart? Ah, just don’t ask about it. No one knows what her heart has been doing lately. Even her! It might’ve been gotten some wrong particles that came into it from her last breath. Or maybe not. Maybe it’s just the effect of some untranslatable impression that she got from him.

This one heart has been beating like crazy every once in a while. Well, those must’ve been the times when the thought of him cross her mind. And when he cross the path in front of her, too, of course.

Oh well, whatever it is her heart is doing, she doesn’t even care. She is not even going to think about it. Her mind is still too busy thinking about him. And about his possible thoughts about her. Her mind is still too busy wandering around, looking for every single possibilities.

Some thoughts make her heart beats even harder and make her feel the need to hold her lips tight so that no one will see her smile. Some thoughts brought her to close her eyes, hurts her only by thinking about them.

So she has been thinking for hours. Still in silence. Still unmoved. Still thinking about his thoughts of her. Still have no idea how he actually thinks of her. But now, it’s just started to rain. Looks like the rain wants to accompany her by pouring those waters to the still-wet ground.

She stopped and turn her head to look outside through the windows across the room. She smiled. The rain is not that heavy, but enough to make anyone wet if they decide to run through it. Just like him, she thought. “Then he really is my rain,” she sighed, but she is still smiling. She still enjoys watching the rain outside the room.

And he is still all over her mind.

Seperti Hujan

Aku mencintainya seperti aku mencintai hujan
Yang baru kusadari bahwa aku telah menantinya sekian lama
sejak kemarau mengeringkan tanahku

Aku mencintainya seperti aku mencintai hujan
Yang selalu datang dan pergi sesuka hatinya
Yang selalu dapat aku tatap dan rasakan ketika ia datang
Yang selalu menetes turun dari tanganku setiap kali aku merasa telah menangkapnya
Yang tak pernah kuketahui apakah kedatangannya kali itu akan membawa kesejukan atau bencana

Aku mencintainya seperti aku mencintai hujan
Yang selalu dapat  menahanku disana namun tak pernah dapat kutahan untuk tetap disini
Yang selalu mengaburkan pandanganku atas apapun yang ada di depanku
Yang selalu dapat menahanku dari apapun yang sedang kulakukan
untuk menatap ke luar jendela ketika ia datang

Aku mencintainya seperti aku mencintai hujan
Yang membuatku harus menahan diri ketika ia datang terlalu deras
Karena ku tahu sakit yang akan hinggap ketika matahari kembali menyengat

Aku mencintainya seperti aku mencintai hujan
Yang dapat kuketahui keberadaannya lewat beberapa klik di website ramalan cuaca
Namun tetap saja ku tak miliki keberanian untuk mengejar

Aku mencintai kedinginan yang terasa di tiap tetesnya
kedinginan yang terasa di tiap hembus angin yang menyertainya
kedinginan yang masih dapat kurasakan tiap kali ia pergi

Karena aku mencintainya, seperti aku mencintai hujan